Luar Biasa : Libur Lebaran, Gunungkidul-Jogja Ditempuh 4-5 Jam

portalGK- Gunungkidul memang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Dalam libur lebaran tiga tahun terakhir, antrian panjang kendaraan selalu mewarnai. Bahkan untuk menempuh perjalanan Gunungkidul wisatawan harus menempuh waktu 3-4 jam dari biasanya yang hanya 1-2 jam.

Warga Bantul yang berwisata sekaligus silaturahmi ke Gunungkidul harus bermacet-macet ria hingga 3 jam lamanya sampai ke rumahnya di daerah Sewon. Itupun sudah melalui jalur alternatif via Nglanggeran dan jembatan Surogedug.

Kondisi Jalan
Seperti yang diungkapkan oleh Heri, wisatawan asal Jakarta ini, hingga pukul 21.30 WIB ia masih berada di jalan Wonosari-Jogja km 27 tepatnya di Sambi Pitu. Padahal ia berangkat dari pantai tepat selepas maghrib dan ia tidak tahu masih menempuh berapa lama untuk sampai di Kota Yogyakarta.

Antrian panjang sejak pertigaan lampu merah Piyungan hingga Sambi Pitu yang berjarak sekitar 14 kilometer masih terjadi. Pengendara hanya bisa melaju dengan kecepatan maksimal 20 kilometer, dan dalam beberapa meter harus kembali berhenti.

Di perempatan Patuk Gunungkidul, polisi telah memasang garis pembatas agar tidak digunakan untuk menyeberang. Namun pemasangan garis pembatas tersebut tidak cukup berarti mengurai kemacetan.
Sementara Tovik, warga Bantul yang berwisata sekaligus silaturahmi ke Gunungkidul harus bermacet-macet ria hingga 3 jam lamanya sampai ke rumahnya di daerah Sewon. Itupun sudah melalui jalur alternatif via Nglanggeran dan jembatan Surogedug.
Ia menyayangkan ketiadaan rambu-rambu lalu lintas penunjuk jalan menuju jalur alternatif. Ia baru mengetahui jalur alternatif setelah diberitahu warga di kawasan Sambi Pitu yang turut serta mengatur lalu lintas.
"Mbok kalau bisa diberi rambu-rambu penunjuk jalan menuju jalur alternatif,"ujarnya.

Sumber kumparan.com

warga Bantul yang berwisata sekaligus silaturahmi ke Gunungkidul harus bermacet-macet ria hingga 3 jam lamanya sampai ke rumahnya di daerah Sewon. Itupun sudah melalui jalur alternatif via Nglanggeran dan jembatan Surogedug.