Kepala seksi Bimas Islam Kemenag Gunungkidul H. Arief Gunadi, S.Ag, M.Pd.I, Jumat (08/06) mengatakan, menyikapi Hari Raya Idul fitri banyak para penceramah bertebaran di daerah, untuk menghindari kondisi tidak berimbang di masyarakat akan ada pemantauan secara intensif, agar tidak ada menyampaikan materi bernuansa memecah belah persatuan dan kesatuan.
Kemenag Gunungkidul H. Arief Gunadi, S.Ag, M.Pd.I, Jumat (08/06) mengatakan, menyikapi Hari Raya Idul fitri banyak para penceramah bertebaran di daerah, untuk menghindari kondisi tidak berimbang di masyarakat akan ada pemantauan secara intensif
![]() |
| Ilustrasi |
"Pelaksanaan salat Idul Fitri supaya berjalan lancar, dan bisa menjaga nilai-nilai toleransi antar umat beragama," harapnya.
Dijelaskan pula bahwa para penceramah yang tersebar di masjid maupun lapangan di seluruh Kabupaten Gunungkidul total ada 1.135 titik. Semua diharap dapat menyejukkan situasi kondisi mengingat saat ini sudah memasuki tahun politik. Oleh karenanya, jika terdeteksi Khotib atau Mubalig yang dimungkinkan menimbulkan disharmonisasi pihaknya akan meminta naskah yang akan disampaikan pada saat ceramah shalat Idul fitri. Jika ada yang mencurigakan atau bermuatan politik akan dikonfirmasi, jika memang menyalahi aturan, hukumannya tidak lebih kepada sanksi sosial.
"Sehingga dalam menyikapi menjelang pemilu tidak menyalahgunaan mimbar dakwah salat Idul Fitri menjadi ajang politik praktis," pungkasnya.(portalgk)
sumber infogunungkidul.com

Post a Comment
Terimakasih