Kondisi bangunan di SMK Kesehatan Giri Handayani sejak Senin (26/06/218) lalu tampak aneh. Pasalnya dua ruangan yang berada disisi barat tampak kosong melompong tidak berisi, tak beratap dan tidak ada penutup ruangan.

Hal tersebut lantaran bangunan yang semula digunakan untuk beberapa ruang tersebut dibongkar paksa oleh Supriyadi, oknum pejabat di Pemkab Gunungkidul.
Seperti diungkapkan oleh salah seorang guru SMK Giri Handayani, Eka Wahyu mewakili kepala sekolah, pembongkaran tersebut dilakukan oleh salah seorang pejabat di Gunungkidul pada Senin (26/06/2018) lalu. Saat itu sebagian siswa dan guru tengah melakukan kegiatan di luar. Sementara hanya terdapat beberapa guru piket yang berada di sekolah.
Siang itu pejabat yang datang menggunakan mobil dinas lantas melakukan pembongkaran paksa bangunan sisi barat. Bangunan tersebut semula digunakan sebagai ruang UKS, Kepala Sekolah dan ruang Bimbingan Konseling (BK). Tanpa ada perbincangan panjang, yang bersangkutan dan beberapa pekerja lantas melakukan pembongkaran.
Selepas pembongkaran tersebut, sejumlah material hanya diletakkan di depan ruangan. Sedangkan sebagian lagi diletakkan di belakang kantin sebrang jalan sekolah itu. Pihak sekolah pun tentunya merasa tidak terima dan terus mempertanyakan terkait tindakan pejabat yang dengan sepihak membongkar tanpa memberitahukan alasannya.
Hingga saat ini, sejumlah barang dan material masih bercecer di sekitar lokasi dan seberang jalan. Meski demikian sebagian telah dipindahkan oleh pihak sekolah. Selain itu yang amat disayangkan oleh siswa dan warga sekolah lain yakni salah satu piala prestasi siswa SMK Giri Handayani rusak akibat aksi pembongkaran tersebut.
Sumber gunugkidul.sorot.co
Hal tersebut lantaran bangunan yang semula digunakan untuk beberapa ruang tersebut dibongkar paksa oleh Supriyadi, oknum pejabat di Pemkab Gunungkidul.
Seperti diungkapkan oleh salah seorang guru SMK Giri Handayani, Eka Wahyu mewakili kepala sekolah, pembongkaran tersebut dilakukan oleh salah seorang pejabat di Gunungkidul pada Senin (26/06/2018) lalu. Saat itu sebagian siswa dan guru tengah melakukan kegiatan di luar. Sementara hanya terdapat beberapa guru piket yang berada di sekolah.
Siang itu pejabat yang datang menggunakan mobil dinas lantas melakukan pembongkaran paksa bangunan sisi barat. Bangunan tersebut semula digunakan sebagai ruang UKS, Kepala Sekolah dan ruang Bimbingan Konseling (BK). Tanpa ada perbincangan panjang, yang bersangkutan dan beberapa pekerja lantas melakukan pembongkaran.
Selepas pembongkaran tersebut, sejumlah material hanya diletakkan di depan ruangan. Sedangkan sebagian lagi diletakkan di belakang kantin sebrang jalan sekolah itu. Pihak sekolah pun tentunya merasa tidak terima dan terus mempertanyakan terkait tindakan pejabat yang dengan sepihak membongkar tanpa memberitahukan alasannya.
Hingga saat ini, sejumlah barang dan material masih bercecer di sekitar lokasi dan seberang jalan. Meski demikian sebagian telah dipindahkan oleh pihak sekolah. Selain itu yang amat disayangkan oleh siswa dan warga sekolah lain yakni salah satu piala prestasi siswa SMK Giri Handayani rusak akibat aksi pembongkaran tersebut.
Sumber gunugkidul.sorot.co
Post a Comment
Terimakasih